Tampilkan postingan dengan label wisata riau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata riau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2016

Mengungkap Harta Yang Tersembunyi Didalam Hutan Adat Imbo Putui

Pohon Ara Kempas di Hutan Adat Imbo Putui
Pic: Khamidi
ADCOM | Dari sela-sela daun, sinar matahari pagi masuk kedalam tenda seolah menyapa dan  membangunkan kami yang tertidur pulas setelah semalaman begadang nikmati malam ditengah hutan. Suara air mengalir disungai pun menyambut pagi dengan gemercik air dan suara-suara satwa penghuni rimba menimbulkan nada yang selaras dan harmoni . Aaah begitu segar udara pagi ini jauh dari polusi kota yang sejenak aku tinggalkan bersama sahabat-sahabat baru ku . Kenalin namaku Tya. Kali ini aku ngecamp bareng senior-senior dikampus. Ada yang udah tamat, ada yang masih ngejar toga. Hihihi. Ada bang Bayu Ijonk, bang Ryan Ucok, bang Khamidi dan Bang Jordi, mereka ini tergabung dalam organisasi kampus yang bernama ADCOM (Adventure Comunication). Yap ! Lagi-lagi aku cewek sendiri dalam petualangan seru yang bakalan dihadapin.
Punggawa ADCOM Camping di Hutan Adat Imbo Putui

Dimulai dari perjalanan Pekanbaru menuju Desa Petapahan yang terletak di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar yang hanya ditempuh dalam waktu 1 jam dengan menggunakan sepeda motor, kalau ga salah sih berangkatnya sekitar jam 3 sore gitu, nyampe disananya jam 4. Perjalanan kali ini melewati perkebunan sawit yang terhampar disepanjang jalan yang kami lewati. Jalan berlubang dan berdebu tidak menyurutkan niat kami untuk menuju tempat yang menyimpan segudang ilmu mencintai alam, adat dan budaya. Tapi untuk kali ini, kau mau mengangkat sedikit cerita tentang hutan yang di lindungi dengan aturan adatnya namun tetap lestari hingga saat ini. Setelah sampai dirumah salah satu warga tepatnya rumah Pakde Joko Surahmad, beliau itu ketua kelompok Tani Berkah Bersama sekaligus mendapat amanah dari aparat desa dan Ninik Mamak sebagai penjaga hutan. Di Rumah pak Joko inilah kami beristirahat sambil menunggu kedatangan Bg Jordi yang nyusul sendirian dari Pekanbaru. Dan akhirnya yang ditunggu datang, kami kembali melanjutan perjalan kedalam hutan. Tidak  butuh waktu lama untuk sampai ke lokasi camping, hanya berjalan sekitar 20 menit saja, kami sudah sampai. Ya, kalau tadinya tidak pakai nyasar dulu mungkin cuma 10 menit udah nyampai. Segera kami mendirikan tenda, nyari kayu bakar, dan masak karena hari juga udah mulai gelap, dan terlihat seperti bakalan hujan. Dan benar aja, ga lama hujan turun lumayan deras mengguyur tenda kami. Tapi semua itu sangat kami nikmati. Setelah hujan berhenti, kami melanjutkan aktivitas bakar membakar. Ada yang bakar kayu, ada yang bakar ayam. Ada juga yang bakar hati disana, maksudnya hati ayam. Malam itu kami lewati dengan suasana asik sekali tidak bakal terlupakan deh. Kebersamaan terasa banget ketika bang Ryan Ucok  bernyanyi dengan khas logat bataknya di iringi suara gitar sumbang yang di mainkan bang Bayu Ijonk kami semua larut dalam suasana canda dan gelak tawa. Saking kocaknya bang Ryan Ucok mengarang lagu karena udah kebingungan mau nyanyi apa lagi sampai akhirnya Pakde Joko dan Pak Herman datang ketenda tempat kami nge camp. Sambil makan ayam bakar ala Chef Ryan dan kopi hitam buatan saya kami bersama Pakde joko dan pak Herman bercerita, bertukar pengetahuan, dan berbicara tentang apa yang akan dilakukan kedepannya untuk hutan ini.

Pakde Joko Surahmad di bawah pohon besar

Pic: Khamid
Ya, hutan adat Desa Petapahan yang diberi nama Imbo Putui atau Rimba Putus. Hutan yang seluas kurang lebih 270 hektar ini sangat dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat. Seperti adanya kelompok tani dan berbagai organisasi atau lembaga yang dibentuk untuk ikut menjaga kelestarian hutan. Hutan ini berbatasan langsung dengan perkebunan sawit milik perusahaan. Menurut sejarah dan cerita masyarakat hutan Imbo putui memiliki dua versi cerita yang pertama, hutan ini dulu di jadikan tempat orang  yang menuntut ilmu kesaktian (bertapa) sebelum putus ilmu dia tidak akan keluar hutan. Cerita yang ke dua hutan ini dulunya terputus-putus begitulah cerita bang Said Faizan seorang pemuda setempat keturunan bangsawan kerajaan petapahan yang lebih akrab di panggil bang Bren. Banyak yang tersembunyi dihutan ini, Flora dan faunanyapun beragam. Seperti halnya masih ada harimau, beruang, tapir ( cipan, begitu warga setempat menyebutnya ) dan burung enggang ( paruh kuning dan hitam ). Begitu juga dengan tumbuhannya. Menurut data yang ada, sekitar kurang lebih 60 jenis pepohonan hidup dihutan ini, dan sudah terdeteksi jenisnya ada 57. Seperti pohon kempas, pohon kelat, pohon sondu, pasak bumi, pohonn ara, pohon kulim, pohon meranti dan pohon meranti merah yang bisa mencapai diameter 3-10 meter. Bayangin kalau pohon itu dipeluk, berapa orang yang harus berkumpul untuk bisa memeluk pohonnya. Perburuan dan penebangan liar disini juga sangat dilarang oleh masyarakat desa guna menjaga kelangsungan hidup flora dan fauna yang tumbuh didalamnya. Seperti adanya perdes dan hukum adat yang berlaku. Contohnya jika ada yang ketahuan menebang pohon berukuran diameter 20cm ke atas, akan diberi sanksi berupa semen yang diharus dibeli sebanyak 50 sak. Wow.., kebayang donk itu berapa banyak duitnya dan masih ga sebanding dengan pohon yang kaya manfaat. Namun bukan berarti penebangan pohon ini selalu dilarang, dengan adanya izin dari pemerintahan setempat atau ninik mamak yang ada, penebangan bisa dilakukan dengan tujuan yang jelas. Misalnya untuk pembangunan fasilitas desa yang sifatnya untuk kebersamaan, atau membangun rumah masyarakat yang kurang mampu tetapi dalam jumlah yang terbatas. Dalam hal ini mereka wajib melakukan TEBANG TANAM.
Kegiatan Menanam Pohon Oleh Punggawa ADCOM
Pic: Khamidi
Kami melanjutkan perjalanan menuju sisi lain dari Hutan Imbo Putui ini. Ditemani dari beberapa aparat desa, kami mengungkap harta yang tesembunyi didalam Hutan Adat Imbo Putui ini. Terdengar suara kicauan burung dan suara binatang kecil lainnya menyambut kami. Pohon-pohon besar tinggi menjulang menyegarkan mata dan telinga dari kebisingan dan kepadatan kota yang aku hadapi setiap hari. Sambil menenteng bibit pohon buah-buahan yang akan ditanam, mataku sangat liar memandang kiri dan kanan, atas dan bawah untuk menemukan apa yang tidak aku temukan dikota. Sampai akhirnya mataku tertarik pada 1 pohon yang sangat besar.  Ternyata ini adalah 2 pohon yang tergabung menjadi 1. 2 pohon ini merupakan pohon ara dan kempas. Yang kalau kita ga teliti ngeliatnya itu seperti 1 pohon saja. Menuju sisi kanan Hutan Imbo Putui. Mata ini terus mencari sesuatu yang terlihat aneh dan lucu, sampai pada akhirnya menemukan lagi harta yang tersembunyi. Sarang lebah Trigona, atau masyarakat setempat menyebutnya dengan lebah galo-galo , dalam bahasa jawa lanceng  dan dalam bahasa latin lebah Trigona, ini merupakan pengahasil madu terbaik  yang harganya mmm mahal sekali. Propolis, itulah nama madu yang dihasilkan lebah ini. Harga perkilonya bisa mencapai 1 hingga 2 juta rupiah. Dengan kualitas yang sangat bagus, sebanding dengan harga yang ada dipasaran. Menurut sumber yang kami peroleh, ini merupakan salah satu penghasil hutan bukan kayu yang di kembangbiakkan oleh masyarakat lokal. Saat ini yang sedang dijadikan contoh adalah lebah apesserana. Ada 10 kotak contoh yang sudah pernah panen. Harga madu yang dihasilkan perkilonya sekitar 100 hingga 200 ribu rupiah, dan dalam 1 kotak bisa menghasilkan 1 sampai 2 kilogram.


 Kotak Madu Serena siap di panen
Pic: Khamidi
Punggawa ADCOM memperlihatkan Malam Madu Serena
Pic: Khamidi

Lanjut kesisi kiri hutan, lagi lagi aku menemukan sesuatu. Kotak-kotak lebah yang diceritain tadi kami temukan. Tapi sayang, kotak itu kosong. Dan isi oleh kecoa hutan atau bahasa minangnya kapuyuak. Sedikit kaget waktu aku buka kotak itu. Kami Lanjut berjalan menyusuri hutan, Aku menemukan berbagai jenis jamur yang tumbuh dibatang kayu, ulat, dan beragam warna-warni kupu-kupu yang terbang. Ketika aku mengadahkan kepala ke atas, aku berputar merentangkan tangan dan mataku melihat seekor burung elang terbang melewatiku dengan gagah. Aku merasa seperti di film Petualangan Sherina hahaha. Ku hampiri pohon besar dengan akar yang bergantung. Terlihat seperti pohon beringin tapi bukan pohon beringin. Akarnya menggoda untuk bermain. Aku mencoba memanjat pohon itu dengan memegang kuat akarnya. Tapi tanganku ga kuat, akhirnya aku turun lagi.
Pohon Besar terdapat di Hutan Adat Imbo Putui
Pic: Khamidi

Setelah lelah berjalan di hutan, kami semua memutuskan untuk istirahat dan makan siang. Tentunya masih didalam hutan. Nasinya memang hanya nasi bungkus, tapi kebersamaan dan lingkungannya membuat semuanya jadi istimewa. Karena mahal itu ga harus dengan sesuatu yang mewah, tapi kebersamaan itu yang membuat suatu pertemuan menjadi berharga. Kami bercanda, tertawa bersama tua dan muda menjadi satu, tidak terlihat perbedaan, karena kita semua sama. Setelah makan kami lanjutkan perjalanan menuju perkampungan yang banyak tersimpan situs sejarah peradaban kerajaan tua petapahan, tidak lama kami bermain di perkampungan, kami semua memutuskan untuk kembali ke Pekanbaru. Penasaran dengan apa yang ada di perkampungan Desa Petapahan ?. Teman-teman bisa langsung aja datang kesana. Disana banyak hal yang bisa kita ketahui dan pelajari. Karena belajar tidak hanya disekolah dan di universitas saja. Tetapi ketika kita mencoba keluar rumah, kita akan belajar apa yang akan kita hadapi. Begitu pula tentang perjalanan. Apapun yang kita temukan diluar itu merupakan suatu pelajaran baru. Alam semesta menyediakan mata pelajaran yang lengkap, tinggal bagaimana cara kita untuk mengerti dan memahami. Saling menghargai antar makhluk hidup, mengerti memperlakukan ciptaan Tuhan, maka kita juga akan megerti bagaimana cara kita menghargai hidup.(Tya)

Penulis:

Punggawa ADCOM Tya

Rabu, 30 Desember 2015

Angkringan di Bumi Lancang kuning

Juragan ANgkringan  ANGKER |ADCOM
Sang juragan Angkringan ANGKER | Pic : Feri Hamdani


ADCOM | Angkringan ialah warung makan dengan menu khas masakan jawa. Menu yang di suguhkan cukup beragam dan sangat sederhana. Ada menu yang namanya unik yaitu sego kucing dalam bahasa jawa yang artinya nasi kucing, kalau kita baru mendengarnya ini cukup aneh atau gimana gitu, masak iya nasi untuk kucing di jadikan menu dan di makan oleh manusia hehehe.... kenapa di kasih namanya nasi kucing ini bukan nasi untuk kucing tapi porsinya sedikit seperti untuk makanan kucing dan lauk di dalamnya biasanya sambal teri, tempe dan secuil ikan bandeng, dan ada juga yang isinya osengan-osengan. Menu lainnya ada sate telur puyuh, sate jeroan ayam ada ampela, hati, jantung, dan usus dengan minuman yang khas juga donk seperti wedang jahe, jahe susu, wedang jeruk, kopi, Es teh dll.

menikmati Wedang jaher ANGKER |ADCOM
Wedang Jahenya bikin sehat | Pic: Feri Hamdani
Sekarang Angkringan  ikut meramaikan khasanah kuliner malam di kota bertuah pekanbaru. Angkringan menjadi kuliner baru bagi mereka  yang sudah bosen dengan menu makanan di kota pekanbaru. Dan jumlah angkringan di pekanbaru sudah lumayan cukup banyak lho..,  hampir di setiap kecamatan di kota pekanbaru sudah ada angkringan.Tidak hanya menu makanan dan minuman yang di sajikan tetapi Angkringan itu juga tempat yang asik untuk nongkrong. Angkringan dulu di kenal dengan tongkrongan masyarakat menengah kebawah tongkrongan wong cilik. Namun Angkringan saat ini sudah menjadi tongkrongan yang populer yang tidak mengenal kasta lagi, angkringan saat ini untuk semua kalangan tua, muda, mahasiswa,karyawan,pejabat,pengangguran, si kaya dan si miskin sudah sama membaur dalam suasana Angkringan yang sederhana.

berbagai menu ANGKringan ANGKER sehat |ADCOM
Menu bervariasi | Pic: Feri Hamdani
"Angker " kedengarannya mistiskan..? Angker ini bukan tempat yang serem seperti yang di bayangin. Angker adalah nama dari salah satu dari beberapa angkringan yang ada di pekanbaru. Angker itu singkatan dari Angkringan keren. Mas Arif riosona lebih akrab di sapa mas Sona oleh pelanggan - pelanggan setianya, dialah owner angkringan keren. seorang anak muda lulusan universitas Pasundan jurusan akuntansi. Sebelum memulai usaha mas sona seorang guru honorer di sekolah negeri dan pada akhirnya munculah idenya untuk membuka usaha dengan mengadopsi makanan khas jawa dan jatuhlah pilihannya ke kuliner angkringan dan alhamdulillah untuk saat ini angkringannya telah memiliki dua cabang dan menjadi  supplier menu untuk dua angkringan milik temannya. Jadi untuk teman - teman yang ingin memulai usaha bisa join dengan mas sona untuk suplai makanannya tentu dengan harga yang lebih miring gan.

Suasana ANgkringan ANGKER  di malam hari |ADCOM
Suasana angkringan ANGKER | Pic : Feri Hamdani
Ankringan keren beralamatkan di belakang kampus universitas Muhammadiyah Riau 1 tepatnya di jl. Kasuari no 2 sukajadi. Sudah terbayang pasti pelanggannya mahasiswa. Yap betul sekali.., kebanyakan pelanggan di angker adalah mahasiswa universitas muhammadiyah yang kuliah malam yang katanya kalau siang kerja. Namun pelanggannya bukan hanya mahasiswa aja lho ada juga kok masyarakat umum.

sate kulit andalan ANGKER enak |ADCOM
Menu andalan angkringan | Pic : feri Hamdani
Ketika di tanya kenapa sering nongkrong di angkringan jawaban para pengunjung variatif seperti jawaban mas Yanuari " setelah seharian kerja terus kuliah dan di sinilah kami bersantai sejenak menghilangkan penat dengan bercengkrama bersama teman -teman kampus, menurut saya konsep angkringan yang sederhana dan dengan harga menu yang terjangkau jadi pas dengan kantong kami ini yang kerja sambil kuliah ini". " Habis gimana ya mas dari harga makanan dan minumannya ini lho mas murah buanget mas nasi kucingnya aja Rp 3.000,00, sate - satenya Rp 2.000,00, gorengan Rp 1.000, 000 dan Es teh Rp 3.000,00 terus khas dari angkringan keren ini sambelnya super pedes, itu mas yang buat sepulang kerja selalu mampir kemari" kata mas Saiful kepada saya. Lain lagi dengan jawaban bang Irfandi warga Rumbai menurutnya nongkrong di angkringan mengenang memori semasa kuliah di jogja dulu. Dan menurut teman-teman komunitas semak dari Universitas Islam Riau "angkringan itu tempat kami ngumpul dan diskusi terkadang ide - ide cemerlang itu muncul ketika di sini", ungkap yoko salah satu anggota komunitas semak. Bagaimana dengan jawaban anda..?
Untuk teman-teman pencinta kuliner dan yang doyan nongkrong sampai larut malam angkringan bisa jadi tempat pilihan anda karena angkringan itu biasa buka jam 18:00 wib sampai 01:00 wib dini hari. Coba dan rasakan nuansa kuliner khas jogja dan solo ini di bumi lancang kuning.
#KCS

Photo Lainnya :
Menikmati Sajian Angkringan | Pic: Feri Hamdani
Suasana Angkringan |Pic: Khamidi
Nasi Kucing | Pic: Khamidi

Selasa, 29 Desember 2015

DESTINASI WISATA RELIGI DI KABUPATEN KAMPAR


ADCOM Mesjid Jamik
Mesjid Jamik Air Tiris
ADCOM | Indonesia terdiri dari hamparan pulau-pulau yang berjumlah ratusan hingga ribuan yang terbentang dari sabang hingga merauke. Dan indonesia memiliki pesona alam yang indah dan menawan yang menjadikan indonesia sebagai tujuan tourist lokal dan manca negara. Beberapa tempat wisata yang populer di indonesia bagi para tourist yaitu bali, Borobudur, raja ampat dan masih banyak wisata alam yang menyuguhkan keindahan alam indonesia. Bahkan karena keaneka ragaman  suku budaya dan agama yang di miliki indonesia, ini menjadikan potensi wisata yang menarik bagi para tourist lokal dan mancanegara untuk di jadikan destinasi wisata.

ADCOM Kubah Mesjid Jamik Air Tiris Kampar
Kubah Mesjid Jamik
                Seperti halnya di Riau merupakan salah satu provinsi di indonesia yang di kenal dengan kultur masyarakatnya yang bersuku  melayu.  Masyarakat melayu riau indentik memeluk agama islam sebagai keyakinannya. Peradaban islam di riau sudah lama terbukti dari berdirinya kesultanan di siak sri indarapura yang terletak di kabupaten siak provinsi riau. Dan islam berkembang pesat hingga ke kabupaten Kampar dengan adanya masjid jamik yang terletak di desa Air tiris.

ADCOM Ukiran di mesjid Jamik air tiris
Ukiran Mesjid Jamik
                Apabila di lihat dari bentuk bangunan masjid jamik terlihat biasa saja dan sangat sederhana. Masjid yang di bangun pada tahun 1901 di prakarsai oleh seorang ulama yaitu datuk engku mudo songkal. Masjid yang di bangun dengan berbentuk pangungg yang khas seperti rumah-rumah adat di kabupaten-kabupaten di Riau. Namun, apabila kita teliti lebih jauh masjid jamik memiliki keunikan dan perpaduan arsitektur antara melayu Kampar dan cina. Bangunan arsitek melayu Kampar terlihat pada atap gapura gerbang masjid yang bernuansa rumah lontiok (rumah adat Kampar) dengan lengkungan khas perahu dan ukiran kaligrafi khas melayu pada dinding-dinding dan ujungg-ujung atap. Susunan tiga atap yang berundak pada atap masjid yang teridiri dari tiga susunan dan meuncing ke atas ini juga terdapat pada pagar di sekeliling masjid diadopsi  arsitektur melayu cina. Nuansa arab juga terdapat di sekitaran masjid jamik dengan di tanamnya pohon kurma di halaman  masjid.  Dan menurut sejarah dalam pembangunan masjid jamik ini melibatkan beberapa “ninik mamak nan dua belas” yaitu pra ninik mamak dari berbagai suku  yang berada  di sekitaran masjid, ini di buktikan dengan adanya jumlah tiang-tiang kayu sebagai penyangga bangunan yang berada didalam bangunan masjid.
ADCOM batu Kepala Kerbau di mesjid Jamik air tiris
Batu Kepala Kerbau di Mesjid Jamik
                 Masih banyak keunikan yang akan kita temui apabila mengunjungi masjid jamik seperti bangunannya tidak menggunakan paku atau besi sama sekali, namun masjid ini bisa berdiri kokoh. Paku digantikan dengan pasak kayu untuk menyatukan tiang dan dinding-dinding masjid. Dan ada lagi yang lebih unik dengan adanya batu kepala kerbau yang mempunyai beragam cerita mistis. Yaitu batu yang menurut masyarakat sekitar masjid yang awalnya dari kepala kerbau yang telah berubah menjadi batu. Konon menurut cerita masyarakat batu kebau ini terletak di bawah pagung masjid namun batu ini pada waktu-waktu tertentu bisa berpindah-pindah tempat. Dan sekarang batu kepala kerbau di letakan di dalam bak air wudhu dan masyarakat sekitar masih mempercayai adanya khasiat dari air batu kepala kerbau misalnya bisa menyembuhkan penyakit, mitos itu masih di yakini masyarakat sekitar hingga sampai sekarang. Masjid ini juga ramai di kunjungi tourist mancanegara terutama pada bulan puasa ramadhan dan setelah idul fitri, yaitu wisatawan dari Malaysia dan singapura. (KCS)

Jumat, 01 Mei 2015

Air Terjun Tersembunyi di Kabupaten Kampar

Air Terjun Batu Dinding
Apabila teman-teman bingung memikirkan akhir pekan mau liburan kemana teman-teman bisa mengujungi air terjun batu dinding yang terletak di desa tanjung belit kecamatan kampar kiri Riau. Untuk menuju objek wisata air terjun batu dinding di perlukan waktu sekitar 3 sampai 4 jam perjalanan dari kota pekanbaru provinsi Riau dengan menggunakan sepeda motor maupun Mobil. Selama perjalanan kita akan melewati beberapa desa-desa teratak buluh, perhentian Raja, sungai pagar, simalinyang, lipatkain dan desa terakhir sebelum menuju air Terjun Batu dinding yaitu desa Gema. Desa gema biasanya juga di gunakan oleh para teman-teman pencinta alam baik itu Pramuka, sispala, Mapala dan masyarakat umum lainnya untuk melakukan kegiatan kemah bersama maupun ditsar di karenakan di desa gema terdapat bumi perkemahan yang lokasi dan tempatnya sangat mendukung karena lokasi yang luas juga dekat dengan sumber air dan alam yang masih asri. Untuk menuju lokasi air terjun Batu dinding dari desa gema sekitar kurang lebih 5 km dan lebih asyik jika di tempuh dengan hacking atau jalan kaki karena kita bisa singgah di goa vertical yang di situ terdapat spesies kelelawar yang berjumlah ratusan. Seandainya teman-teman ingin mengunjungi goa vertical jangan lupa menyediakan masker terlebih dahulu untuk menghindari aroma busuk kotoran kelelawar yang menyengat.

Sesampainya kita di desa gema untuk masuk ke objek wisata Air terjun batu dinding kita cukup mengeluarkan dana sebesar Rp. 5.000,00/orang masih sangat terjangkau untuk menikmati 3 Air terjun yang indah dengan airnya yang segar. Dari tempat Retribusi suaka alam air terjun kita menempuh perjalanan sekitar 1 km dengan track menanjak dan menurun juga keadaan tanah yang licin apabila sehabis hujan. 

Air terjun yang pertama yang kita temui yaitu air terjun yang berjenis selancar karena memiliki kemiringan sekitar 30 derjat dengan ketinggian kurang lebih 4 meter disana kita bisa bersantai sambil berpoto ria. Dari sini untuk menuju air terjun yang kedua kita melintasi
Anak sungai dengan air yg dingin dan bebatuan yang licin. Di perjalan kita bisa melihat ikan-ikan kecil dan spesies lainnya karena airnya yang cukup jernih.

Air terjun Kedua yang kita temui memiliki ketinggian sekitar 6 meter namun di air terjun ini kurang di kunjungi karena dengan medan perjalanan bebatuan sungai yang tajam dan licin dan lokasi yang tertutup pepohonan yang rindang.
Crew ADCOM di Air Terjun Batu Dinding


Setelah melewati Air terjun yang pertama dan kedua rasa lelah kita terobati ketika sampai di air terjun yang ketiga karena di lokasi air terjun yang ketiga begitu indah dengan ketinggian air terjun kurang lebih 15 m. Disini kita bisa beristirahat dan mandi sepuasnya disini juga biasanya di gunakan oleh teman-teman pencinta alam untuk camping karena di sini telah di sediakan saung atau pendopo untuk peristirahatan. Dan apabila teman-teman camping disini teman-teman bisa menikmati ikan dan udang-udang kecil yang hidup di air terjun ini.

Mari kita lestarikan dan kita kembangkan objek-objek wisata di Riau dengan senantiasa menjaga dan merawat ke asrian alam yang diberikan oleh sang pencipta.
#AT

Jumat, 27 Maret 2015

Goa diantara pulau di danau PLTA Koto Panjang

Harus Rela Kaki berbecek-becek ria
     Danau PLTA koto panjang terletak di kecamatan tiga belas koto kampar, kabupaten kampar, Riau. Di danau PLTA terdapat beberapa pulau - pulau, di antara pulau-pulau  tersebut ada juga yang di huni manusia, ada juga perkebunan milik warga setempat. Namun uniknya di antara pulau-pulau tersebut ada beberapa pulau sebagai objek wisata alam yaitu ada pulau yang terdapat air terjun yang bernama Arau besar, dan pulau yang terdapat goa, yaitu goa batu akuik.

     Dalam cerita ADCOM kali ini saya akan menceritakan goa batu akuik. Untuk menuju ke goa batu akuik hanya ada satu akses yaitu jalur air, kita menggunakan kapal kayu bermesin atau biasa di sebut pompong. Dengan biaya sewa pompong sekitar Rp 600.000,00 dengan kapasitas penumpang 15 sampai 20 orang.

   Sepanjang perjalanan sebelum menuju goa batu akuik kita akan di manjakan dengan panorama alam yang menyejukkan mata kita, yaitu kita akan melihat deretan pulau yang berbukit dan menghijau, keramba-keramba ikan yang mengapung di danau PlTA koto panjang. Sekitar 30 menit perjalanan menggunakan pompong untuk menuju goa tersebut.

Merangkak demi menyelusuri Gua
     Goa yang memiliki dua bilik yang memiliki kedalaman sekitar kurang lebih 10 meter,goa dengan diameter lingkaran yang bermacam di setiap ruangnya, dari yang diameter 50cm hingga sekitar 3meter. Ruang goa yang gelap gulita yang mengharuskan kita membawa alat penerangan atau senter. Penghuni tetap goa batu akuik adalah kelelawar yang populasinya sekitar ratusan mungkin ribuan yang meninggalkan kotoran yang menusuk hidung, untuk itu kita harus membawa masker penutup hidung. Kurangnya oksigen di dalam goa membuat kita cepat dehidrasi, untuk itu jangan lupa membawa air minum.Tetesan  air dari dinding goa menimbulkan bunyi yang nyaring menambah suasana yang eksotis perjalanan goa akuik. 

     Bila teman-teman hobby traveling goa batu akuik di danau PLTA koto panjang, kecamatan tiga belas koto kampar kabupaten kampar Riau bisa menjadi daftar perjalanan teman-teman selanjutnya.

# kcs
Crew ADCOM Khamidi Setyobudi

Jumat, 06 Maret 2015

Air Terjun Arau Besar

    Air terjun arau besar ini berada di tiga belas koto kampar tepatnya di antara pulau-pulau yang berada di bendungan PLTA koto kampar, kabupaten kampar,provinsi Riau. Air terjun arau besar memiliki tiga tingkat namun yang bisa di kunjungi untuk wisatawan umum hanya yang ke 3, di karenakan untuk yang tingkat 2 dan 1 susah untuk di kunjungi karena jalur akses untuk menuju air terjun yang ke 2 dan 1 belum ada masih hutan yang lebat dan banyak lereng yang curam.
    Kami ADCOM (Adventure Communication) menuju air terjun Arau besar bersamaan dengan kegiatan teman LPE (laskar pengiat ekowisata) dalam rangka mengenalkan wisata alam di Riau dengan membawa 40 peserta wisatawan. Perjalanan di mulai dari pekanbaru pada tgl 30 - 1 - 2015 sekitaran pukul 13:00 wib menuju Tiga belas koto kampar. 
   karena air terjun arau besar terletak di antara pulau - pulau yang berada di bendungan PLTA koto kampar dan satu - satunya alat transportasi air menggunakan perahu atau masyarakat setempat menyebutnya pompong. Biaya sewa pompong berkisar Rp 600,000 - Rp 700,000. Kapasitas satu pompong untuk 15 - 20 penumpang.
   Banyak keindahan alam yang di suguhkan selama perjalanan menuju air terjun arau besar yang menyejukkan mata. Air danau PLTA yang hijau dan pulau-pulau yang berbukit, dan kerambah ikan milik warga setempat. 
Air Terjun Arau Besar-ADCOM
    Air terjun arau yang ke 3 memiliki ketinggian kurang lebih 30 meter, memiliki air yang jernih dan menyejukkan. Tak terbayangkan bila kita bisa berenang dan mandi di bawah air terjun menikmati dinginnya dari air yang di yang di kelilingi hijaunya hutan sekitaran air terjun, kicauan burung - burung menjadi suasana lebih asyik.
   Tidak perlu harus jauh-jauh bila kita ingin berwisata alam di Riau juga ada dan tidak memerlukan biaya banyak dan waktu yang cukup lama teman-teman bisa mengunjungi air terjun arau besar di tiga belas koto kampar. Siapa yang akan memperkenalkan dan memajukan wisata alam Riau kalau bukan kita orang Riau atau kita warga Riau. 
# Kcs

Diberdayakan oleh Blogger.